KMeme KMeme
KMeme Tren
2011

아프니까 청춘이다

Sakit Itu Masa Muda, Katanya
Apeunikka Cheongchunida
0
0

Asal Mula dan Masa Populer

Frasa 'Apheunikka Cheongchunida' pertama kali dikenal luas oleh publik ketika buku dengan judul yang sama karya Profesor Kim Nan-do, yang diterbitkan pada akhir 2010, menjadi buku terlaris sepanjang tahun 2011 dan 2012. Pada saat itu, buku ini sangat populer di kalangan anak muda sebagai konten 'penyembuhan' (healing). Namun, sejak pertengahan 2010-an, pandangan kritis terhadap isi buku dan latar belakang penulis mulai menyebar, dan frasa ini kemudian menjadi meme. Secara khusus, artikel-artikel kritis tentang 'menjual masa muda' (youth-selling) muncul pada tahun 2012, dan sekitar tahun 2015, seiring dengan munculnya neologisme seperti 'Hell Joseon' (Joseon Neraka) dan meningkatnya kesadaran kritis terhadap masyarakat, penggunaan frasa ini sebagai meme semakin intensif. Parodi kritis terhadap frasa ini oleh Yoo Byung-jae dari SNL Korea juga sangat memengaruhi penyebaran meme ini.

Makna

Awalnya, meme ini berasal dari buku Profesor Kim Nan-do yang dimaksudkan sebagai "surat untuk kaum muda di era ini yang menjalani masa muda yang cemas dan kesepian," dengan tujuan untuk menyemangati dan menekankan bahwa rasa sakit dan kecemasan adalah bagian alami dari masa muda. Namun, ketika digunakan sebagai meme, maknanya justru berlawanan dengan makna aslinya. Meme ini digunakan untuk mengkritik dan mengejek perilaku generasi tua yang memberikan penghiburan atau nasihat dangkal tanpa benar-benar memahami realitas pahit yang dialami generasi muda. Secara khusus, kesenjangan antara latar belakang penulis yang berkecukupan dan realitas generasi muda sering disorot. Meme ini digunakan untuk mengekspresikan penolakan terhadap wacana 'healing' yang mengagungkan penderitaan atau hanya menekankan upaya individu.

Pengucapan

'Apheunikka Cheongchunida' (dibaca: A-peu-ni-ka Cheong-chun-i-da)

  • 'A' seperti 'a' pada 'ayah'.
  • 'peu' seperti 'e' pada 'emas' (diucapkan singkat).
  • 'ni' seperti 'ni' pada 'nila'.
  • 'kka' seperti 'ka' pada 'kakak'.
  • 'Cheong' seperti 'cong' pada 'congkak'.
  • 'chun' seperti 'cun' pada 'cungkil'.
  • 'i' seperti 'i' pada 'ikan'.
  • 'da' seperti 'da' pada 'dada'.

Pengguna

Meme ini banyak digunakan secara luas di kalangan generasi muda secara keseluruhan, mulai dari usia 20-an hingga 30-an, bahkan sampai 40-an, yang sedang memulai atau mempersiapkan diri untuk kehidupan sosial, dan merasa frustrasi karena kesulitan realitas serta masalah struktural masyarakat. Tanpa memandang gender, meme ini terutama dikonsumsi dan digunakan oleh orang-orang yang memiliki pandangan kritis terhadap nasihat yang tidak bertanggung jawab atau tidak realistis dari generasi tua.

Contoh Penggunaan

  • "Rasanya mau mati karena lembur, tapi karena sakit itu masa muda... siapa yang bilang begitu?"
  • "Ujian kali ini juga gagal. Karena F (gagal), itu masa muda, haha."
  • "Kalau sakit ya pasien, anjing! Apa-apaan masa muda?"
  • Ketika menyindir teman yang sedang dalam situasi sulit dengan mengatakan "Aprika Chonchungida" (cacing pita Afrika) untuk menyindir realitas.

Perhatian Penggunaan

Meme 'Apheunikka Cheongchunida' mengandung makna kritis dan satir yang kuat. Oleh karena itu, jika meme ini digunakan kepada seseorang yang benar-benar sedang kesulitan, justru bisa melukai perasaannya atau disalahpahami sebagai kurangnya empati. Terutama, karena bisa terdengar seperti meremehkan atau menertawakan penderitaan orang lain, meme ini harus digunakan dengan mempertimbangkan situasi dan perasaan lawan bicara. Meme ini paling tepat digunakan dalam konteks kritik sosial atau humor yang bersifat mencela diri sendiri.

Komentar teratas
0

Belum ada komentar.

Ingin lebih banyak fitur?

Instal aplikasi KMeme dan nikmati kuis, suka meme, komentar dan lainnya!

Unduh di App Store Unduh di Google Play