KMeme KMeme
KMeme Tren
2015

헬조선

Neraka Joseon
Heljoseon
0
0

Nama Meme: Hell Joseon

Asal

Periode Popularitas

Meme 'Hell Joseon' pertama kali muncul dalam bentuk 'Hell Joseon' di galeri sejarah DC Inside pada Januari 2010. Setelah itu, mulai menyebar secara eksplosif sejak 2014 dan pada 2016, menjadi istilah yang sering terdengar beberapa kali sehari. Tragedi Sewol pada 2014 sangat memengaruhi penyebaran meme ini, dan pada 2015, beberapa media melaporkannya sebagai istilah populer baru. Namun, setelah Mei 2017, frekuensi penggunaannya di media dan kehidupan sehari-hari menurun drastis, tetapi masih dapat ditemukan dalam postingan kritik diri di komunitas online. Sebuah survei pada 2021 menunjukkan bahwa 61,6% dari mereka yang berusia 20-an masih setuju dengan pernyataan bahwa Korea Selatan adalah masyarakat 'Hell Joseon', menunjukkan bahwa meskipun frekuensi penggunaan meme itu sendiri telah berkurang, masalah sosial yang terkandung di dalamnya masih relevan.

Makna

'Hell Joseon' adalah neologisme yang merupakan gabungan dari 'Hell (neraka)' dan 'Joseon (朝鮮)', yang berarti 'masyarakat Korea yang mendekati neraka dan sama sekali tidak memiliki harapan'. Awalnya, istilah 'Hell Joseon' digunakan di galeri sejarah DC Inside dalam konteks merendahkan Korea dan memuji Jepang, tetapi secara bertahap berubah menjadi makna mencela diri sendiri bahwa masyarakat Korea terlalu sulit untuk ditinggali, seperti neraka, dan diterima secara luas. Digunakan untuk mengkritik berbagai masalah dan kekurangan masyarakat Korea, seperti masalah pengangguran kaum muda, ketidaksetaraan ekonomi, jam kerja yang berlebihan, dan fenomena si kaya makin kaya si miskin makin miskin. Istilah ini juga digunakan untuk menyindir absurditas realitas di mana status sosial menjadi kaku berdasarkan skala ekonomi, seperti sistem kelas sosial di era Joseon. Ungkapan seperti "Lahir di Hell Joseon, butuh usaha keras (노오오오오오력)" mengandung rasa frustrasi terhadap kenyataan bahwa sulit untuk menjadi lebih baik meskipun sudah berusaha keras.

Kalangan Pengguna

Meme ini terutama digunakan oleh generasi muda, khususnya usia 20-an dan 30-an, yang merasakan frustrasi dan memiliki kesadaran kritis terhadap realitas masyarakat Korea. Mereka yang berada dalam situasi sulit untuk menemukan harapan di masa depan karena pengangguran kaum muda, krisis perumahan, dan ketidaksetaraan sosial, menggunakan ekspresi 'Hell Joseon' dengan rasa empati. Menyebar melalui komunitas internet dan, bersama dengan neologisme lain seperti 'Generasi N-po' dan 'Teori Kelas Sendok', menjadi istilah yang mewakili kesadaran kritis sosial kaum muda.

Contoh Penggunaan

  • "Lahir di Hell Joseon, butuh usaha keras (노오오오오오력)"
  • "Tidak ada harapan untuk menjadi lebih baik, 'melarikan diri dari Korea' adalah jawabannya."
  • "Buka matamu, bodoh, gerbang neraka telah terbuka. Titik awal sangat berbeda, kemenangan dan kekalahan telah ditentukan. Semenanjung api sampah." - Dari lirik lagu <Hell Joseon>
  • "Masa tanpa Instagram adalah masa terbaik.. Saat itu ada rezim militer. Rezim militer. Demokrasi belum semaju sekarang, dan saat itu aku begini, lho? Aku? Aku saat itu begini. Oh? Paman itu juga rambutnya seperti presiden.. Lalu ibuku membungkamku, lho? Di pasar? Aku masih ingat betul. Mereka bilang akan menangkapku. Oh? Masa seperti itu! Hei! Itu baru Hell Joseon! Sial.. Apakah omakase itu Hell Joseon? Sial.. Bukankah begitu? Ditangkap karena mengumpat presiden, itu baru Hell Joseon." - Jeong Seung-je
  • Kasus-kasus menyedihkan di mana orang-orang yang diceritakan sebagai kisah hangat di media seperti TV atau film menjadi korban orang-orang yang mencium bau uang disebut 'happy ending ala Hell Joseon', disingkat 'Hellpy Ending'.
  • Harimau yang menyerah pada ujian Hwanung untuk bertahan 100 hari di gua hanya dengan makan mugwort dan bawang putih dalam mitos Dangun, lalu melarikan diri dari gua, kadang disebut 'pelarian pertama dari Hell Joseon'.

Perhatian dalam Penggunaan

Istilah 'Hell Joseon' awalnya dimulai dalam konteks merendahkan Korea dan memuji Jepang, sehingga dapat menyinggung beberapa orang. Selain itu, ada kecenderungan untuk menyatukan semua masalah masyarakat Korea dalam satu kata, sehingga dapat dikritik karena terlalu menyederhanakan fenomena sosial yang kompleks. Istilah ini mengandung keputusasaan dan kritik ekstrem terhadap negara, sehingga penggunaan yang berlebihan dapat memberikan kesan pesimis atau kurangnya patriotisme. Mengingat frekuensi penggunaannya di media telah menurun sejak 2017, kehati-hatian diperlukan saat menggunakannya dalam konteks formal atau positif. Kadang-kadang juga dapat digunakan bersamaan dengan persepsi negatif seperti 'kebencian terhadap orang tua' atau 'kebencian terhadap kaum elit'.

Komentar teratas
0

Belum ada komentar.

Ingin lebih banyak fitur?

Instal aplikasi KMeme dan nikmati kuis, suka meme, komentar dan lainnya!

Unduh di App Store Unduh di Google Play